Aku tidak peduli dengan cinta. Aku selalu menganggap cinta
itu adalah OMONG KOSONG. Tau kenapa? Karena menurutku orang yang jatuh cinta
seperti orang bodoh, rela di sakiti, rela mengalah dan merelakan segala nya.
Aku juga membenci para lelaki yang bersikap “baik” untuk mendapatkan cinta sang
pujaan. Datang dengan segudang rayuan, sejuta hadiah dan sikap yang menurut ku
sangat BERLEBIHAN. Tak ingin rasa nya aku mendekat dengan yang nama nya CINTA
apalagi bersahabat dengan cinta. Namun, untuk menyingkirkan para “pengganggu”
kita membutuhkan satu “pengganggu” yang kita anggap mampu menjadi tameng untuk
para pengganggu yang lain. Karena itu aku memutuskan untuk memilih dia.
Aku tidak berharap banyak dari nya, karena aku memang tidak
mengharapkan apa-apa. Aku seorang wanita yang egois, keras kepala, dan tak mau
mengalah (entah kenapa merasa bangga,aduuh -___-) . Aku mempunyai prinsip
sendiri untuk kehidupan ku. Karena ini hidup ku, bukan hidup kamu, hidup dia,
atau pun hidup mereka.
Setelah ku jalani hari ku dengan dia, aku tetap tidak
merasakan getaran maupun debaran. Walaupun dia sangat baik padaku, dan pada
keluarga ku. Dia juga sangat mencintaiku, dia menuruti apapun kemauan ku,
mengiya kan segala perkataanku, bahkan rela selalu mengalah demi aku. Wanita
lain pasti akan sangat BAHAGIA di perlakukan seperti ini, namun tidak berlaku
untukku,aku merasa SANGAT KESAL (aneh ya? :O ) ,tapi itu membuktikan perkataan
ku,bahwa cinta dapat membuat seseorang menjadi orang bodoh (maaf sedikit kasar
T_T) .
Aku tak pernah melihat dia kesal apalagi marah padaku,sampai
suatu hari, dia membuatku sangat kaget, dia MARAH kepadaku, aku sampai tertegun
di buatnya,bukan karena aku takut kehilangan nya,melainkan karena perkataan
yang keluar dari bibir nya. Tak pernah seorang pun mengatakan hal ini
padaku,namun dia mengatakan nya.
Di gelap malam,aku termenung, teringat kembali akan ucapan
nya, “Adek gak punya hati, adek bisa berbuat seperti ini karena adek gak pernah
mengenal apa itu cinta,gak pernah merasakan perasaan berdebar,gak pernah
merasakan kebahagian berada di samping orang yang adek suka, karena adek gak
pernah jatuh cinta, mata dan hati adek udah tertutup dengan prinsip yang adek
buat sendiri!! “ Aku memikirkan hal itu sampai akhir nya aku putuskan untuk
mengakhiri bersama nya. Aku tau,aku yang salah,aku tidak bisa mencintai nya
seperti dia mencintaiku.tapi aku tak bisa melawan rasa takut ku, aku takut
untuk di sakiti karena itu aku tak pernah memberikan cinta,karena bagaimana pun
akhir nya, aku tidak akan merasakan sakit. Dan tak ada seorang pun yang tau
kebenaran dari yang aku rasakan,aku takutkan.
Sebenar nya aku tidak tega mengatakan nya, namun ini adalah
yang terbaik bagiku juga bagi nya. Dia seorang lelaki yang baik, aku tak
sanggup untuk terus menyakiti nya dengan prinsipku, Dia pasti akan mendapatkan
yang lebih baik dari diriku, Aku yakin dengan hal itu. Tapi lagi-lagi dia
membuatku kaget, sebelum aku katakan putus, dia meminta maaf padaku, padahal
aku yang salah,duh aku jadi tambah pusing :I Tapi aku tetap akan memutuskan nya dan
mengatakan semua nya, aku tak ingin menyakiti nya lebih dari ini dan aku akan
menerima apapun resiko nya.
Beberapa bulan setelah kejadian itu, aku masih teringat
dengan kata perpisahan dari nya, “ Semua orang tanpa terkecuali pasti takut
mengalami sakit hati,bukan hanya adek. Tapi,hanya adek yang gak mau berusaha
menjalani nya. Adek sendiri yang menutupi diri adek, sebetul nya tameng terkuat
bukan orang lain,diri adek sendiri lah tameng yang TERKUAT, Abang harap adek
bisa menemukan orang yang bisa menghancurkan tameng adek dan mampu membuat adek
jatuh cinta, Saat itu adek pasti akan menyadari cinta itu tak seburuk adek
pikir selama ini..... “
Kata-kata nya seperti meracuni otak ku, karena aku mulai
membuka hatiku untuk merasakan cinta, dan aku jadi berharap ada seseorang di
sana yang mampu membuat aku jatuh cinta kepada nya (cie..cie.. jadi malu
sendiri,hahah :D ) Tapi entah siapa , entah kapan dan entah dimana aku
menemukan pejuang terkuat ku. Entah lah, lebih baik aku jalani hariku seperti
biasa sampai aku bertemu dengan nya,aku jadi sedikit berdebar-debar dan aku jadi
berpkir tak ada salah nya aku mencoba berteman dengan cinta.. Ya kan? J
Awal semester baru, bertemu lagi dengan sahabat-sahabat ku
di kuliah, bertemu lagi dengan dosen-dosen dan berhadapan dengan kegiatan
kampus kami yang pertama (kami sebgai panitia nya), LIGA SIPIL 2010. Aku sebenar
nya g terlalu suka dengan kegiatan ini, karena aku gak suka,gak ngerti,dan
sangat gak peduli dengan yang nama nya sepak bola. Jadi Liga sipil ini adalah
kegiatan persahabatan antar leting,di curahkan dalam bentuk pertandingan sepak
bola. Duh ogah-ogah deh jalani nya, tapi demi keberhasilan leting kami, aku
harus semangat menjadi panitia.. GO GO GO !!
Saat itu aku belum menyadari,bahwa di liga sipil semua
pertanyaan ku tentang cinta akan terjawab,Di mana aku akan mengenal CINTA dan bertemu
dengan diri nya,pejuang terkuat ku yang selama ini aku tunggu...... J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar