Rajinlah! Jangan Malas!
Lebih
sering rehat dan berpangku tangan, menunda pekerjaan, bekerja tanpa kesungguhan
adalah gejala penyakit malas. Dia hanya bersemangat dalam satu hal, yakni
sesuatu yang sesuai dengan selera nafsunya. Tapi sayang, nafsu itu cenderung
kepada keburukan atau paling tidak, menyenangi hal-hal yang sia-sia dan tidak
bermanfaat. “Malas adalah meninggalkan
sesuatu (yang baik) padahal ia mampu melakukannya dan malas adalah lemahnya
kemauan, lebih mengutamakan rehat daripada lelah bekerja.”Dari definisi
tersebut, telah tersirat hasil buruk yang bakal diunduh oleh pemalas.
Masa
depan pemalas suram di semua alam yang akan dilaluinya. Seberapa kerugian yang
ditimbulkan karena malas tergantung pada jenis kemaslahatan yang ia malas dalam
menjalaninya. Malas dalam menuntut ilmu menyebabkan kebodohan, malas bekerja
menghalangi datangnya rejeki, malas ibadah menghalangi seseorang dari pahala
dan keutamaan.
Tapi,
rata-rata penyakit malas itu menular. Malas dalam satu aktivitas, menyebabkan
malas dalam aktivitas yang lain. Bahkan penyakit ini bisa dengan mudah menular
kepada orang lain. Karena tabiat nafsu ingin berleha-leha dan gampang
terpengaruh melihat orang lain berleha-leha ( penyakit yang berbahaya ya :I ) Penyesalan
akibat malas tak hanya diderita di dunia, orang-orang yang malas akan
menanggung penyesalan seumur hidupnya.
Enyahkan Malas
dari Kehidupan Kita
Kebiasaan
malas banyak disebabkan oleh lingkungan. Berteman dengan para pemalas, tinggal
dalam keluarga dengan kadar etos kerja yang rendah, atau karena biasa
dimanjakan orangtua. Kurangnya penghayatan terhadap pentingnya suatu tujuan
juga menjadi sebab hadirnya rasa malas. Begitupun dengan akibat buruk sifat
malas yang tidak diperhitungkan.
Jika
kita ingin kebiasaan buruk ini enyah dari kehidupan kita, hendaknya kita
pikirkan akibat yang akan timbul di kemudian hari. Seorang ahli bijak berkata, “Jika kamu tak turut menanam benih
saat orang lain menanamnya, niscaya kamu akan menyesal saat melihat mereka
panen.” Betapa banyak orang yang menyesal
karena sifat malas ini. Andai dahulu aku rajin menuntut ilmu, Andai dahulu aku
mau bekerja keras, Andai dahulu aku tak menyia-nyiakan masa mudaku, dan
penyesalan lain yang banyak dialami para pemalas.
Sedikit
memaksa diri untuk berbuat, bisa menjadi shock terapi dari kemalasan. Seorang
guru berkata, “Jika sampai di hadapanmu suatu bentuk kebaikan, maka kerjakanlah meskipun
berat, niscaya kelak kamu akan senang menjalaninya.” Benarlah
apa yang beliau katakan. Suatu kemasalahatan, awalnya berat diterima oleh
nafsu. Tapi kesungguhan dan kemauan yang kuat, juga ketekunan dalam
menjalaninya akan mengubahnya menjadi sesuatu yang menyenangkan. Bahkan jika
suatu kali terlewatkan olehnya, ia akan merasa kecewa. Berkaca pada kesuksesan
orang-orang yang bersemangat juga menjadi pemicu untuk bekerja keras.
Renungkanlah etos yang dimiliki oleh Ibnu Uqail Rahimahullah, di mana
beliau berkata, “Tidak aku halalkan diriku menyia-nyiakan sesaatpun
dari umurku. Meski nantinya lisanku tak bisa lagi untuk berdiskusi, mataku tak
lagi mampu untuk membaca, maka aku akan berdayakan seluruh pikiranku saat aku
berdiam diri dan hanya mampu berbaring di ranjang.”
Jika kita
sudah benar-benar dijangkiti rasa malas, maka cepat-cepatlah berusaha melawan
dan membuangnya jauh-jauh. Malas adalah sifat buruk yang wajib dihindari oleh
semua muslim.
BAGAIMANA MENYINGKIRKAN SIFAT MALAS
Bagaimana untuk bisa selalu rajin dan penuh perhitungan? Barangkali jawaban saya cocok untuk sebagian orang, tapi yang jelas, jawaban saya mungkin lebih banyak gunanya dari pada ruginya. Kalau kita pikir-pikir, betapa banyak ragam macam kehidupan manusia di alam ini. Ada yang miskin, ada yang di bawah miskin, ada yang sedang-sedang saja, ada yang kaya, kaya raya dan banyak ranyak ragam keadaan. Bila seseorang itu telah sampai ke peringkat kaya di bidang materi, maka bersyukurlah. Rupanya sang pencipta sudah mengabulkan keinginan anda menjadi seorang yang lapang rezekinya.
Nah,untuk menghilangkan sifat malas,kita harus memiliki
keinginan kuat untuk berubah menjadi disiplin dan rajin.Cara lain,kita bisa
membuat poster bertuliskan pesan "Malas hanya merugikan diri sendiri"
yang di tempel di tempat yang selalu dilihat oleh kita.mial di dinding kamar
atau ruang belajar..hahahaha :D Biar lebih ampuh lagi, maka kita harus memperbanyak doa. Karena Do’aadalah
senjata orang mukmin, begitulah Nabi menjelaskan J. Kita jugaharus
melawan Setan dan Nafsu,malas
sebenarnya berasal dari setan. Setan akan terus berusaha mengusik dan membujuk
nafsu manusia untuk malas, baik dalam menunaikan ibadah maupun dalam aktivitas
yang lain. Dan yang terakhir adalah Menimba Ilmu (Tiada kata
terlambat untuk menuntut ilmu).Timbalah
ilmu sebanyak mungkin. Dengan ilmulah seseorang akan menjadi orang yang rajin
dan cekatan dalam hidupnya.
Namun teman-teman,segala sesuatu yang sudah terjadi,semua itu bisa kita jadikan
sebagai pelajaran. Semua itu bisa kita anggap sebagai tangga yang akan kita
jalani untuk menempuh kehidupan ini. Agar kita selalu rajin, agar kita bisa
membuang rasa malas kita.
Ingatlah
“Malas
adalah sifat tak berguna,karena tidak
menghasilkan apa-apa.Kalau kita malas belajar dan membaca,kita tidak akan menjadi
pintar..... Takuut :(”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar