Minggu, 18 Maret 2012

Don't Be Lazy XD


Rajinlah! Jangan Malas!

Lebih sering rehat dan berpangku tangan, menunda pekerjaan, bekerja tanpa kesungguhan adalah gejala penyakit malas. Dia hanya bersemangat dalam satu hal, yakni sesuatu yang sesuai dengan selera nafsunya. Tapi sayang, nafsu itu cenderung kepada keburukan atau paling tidak, menyenangi hal-hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat.  “Malas adalah meninggalkan sesuatu (yang baik) padahal ia mampu melakukannya dan malas adalah lemahnya kemauan, lebih mengutamakan rehat daripada lelah bekerja.”Dari definisi tersebut, telah tersirat hasil buruk yang bakal diunduh oleh pemalas.
Masa depan pemalas suram di semua alam yang akan dilaluinya. Seberapa kerugian yang ditimbulkan karena malas tergantung pada jenis kemaslahatan yang ia malas dalam menjalaninya. Malas dalam menuntut ilmu menyebabkan kebodohan, malas bekerja menghalangi datangnya rejeki, malas ibadah menghalangi seseorang dari pahala dan keutamaan.
Tapi, rata-rata penyakit malas itu menular. Malas dalam satu aktivitas, menyebabkan malas dalam aktivitas yang lain. Bahkan penyakit ini bisa dengan mudah menular kepada orang lain. Karena tabiat nafsu ingin berleha-leha dan gampang terpengaruh melihat orang lain berleha-leha ( penyakit yang berbahaya ya :I ) Penyesalan akibat malas tak hanya diderita di dunia, orang-orang yang malas akan menanggung penyesalan seumur hidupnya.
Enyahkan Malas dari Kehidupan Kita

Kebiasaan malas banyak disebabkan oleh lingkungan. Berteman dengan para pemalas, tinggal dalam keluarga dengan kadar etos kerja yang rendah, atau karena biasa dimanjakan orangtua. Kurangnya penghayatan terhadap pentingnya suatu tujuan juga menjadi sebab hadirnya rasa malas. Begitupun dengan akibat buruk sifat malas yang tidak diperhitungkan.
Jika kita ingin kebiasaan buruk ini enyah dari kehidupan kita, hendaknya kita pikirkan akibat yang akan timbul di kemudian hari. Seorang ahli bijak berkata, Jika kamu tak turut menanam benih saat orang lain menanamnya, niscaya kamu akan menyesal saat melihat mereka panen.” Betapa banyak orang yang menyesal karena sifat malas ini. Andai dahulu aku rajin menuntut ilmu, Andai dahulu aku mau bekerja keras, Andai dahulu aku tak menyia-nyiakan masa mudaku, dan penyesalan lain yang banyak dialami para pemalas.
Sedikit memaksa diri untuk berbuat, bisa menjadi shock terapi dari kemalasan. Seorang guru berkata, “Jika sampai di hadapanmu suatu bentuk kebaikan, maka kerjakanlah meskipun berat, niscaya kelak kamu akan senang menjalaninya.” Benarlah apa yang beliau katakan. Suatu kemasalahatan, awalnya berat diterima oleh nafsu. Tapi kesungguhan dan kemauan yang kuat, juga ketekunan dalam menjalaninya akan mengubahnya menjadi sesuatu yang menyenangkan. Bahkan jika suatu kali terlewatkan olehnya, ia akan merasa kecewa. Berkaca pada kesuksesan orang-orang yang bersemangat juga menjadi pemicu untuk bekerja keras. Renungkanlah etos yang dimiliki oleh Ibnu Uqail Rahimahullah, di mana beliau berkata, “Tidak aku halalkan diriku menyia-nyiakan sesaatpun dari umurku. Meski nantinya lisanku tak bisa lagi untuk berdiskusi, mataku tak lagi mampu untuk membaca, maka aku akan berdayakan seluruh pikiranku saat aku berdiam diri dan hanya mampu berbaring di ranjang.”
Jika kita sudah benar-benar dijangkiti rasa malas, maka cepat-cepatlah berusaha melawan dan membuangnya jauh-jauh. Malas adalah sifat buruk yang wajib dihindari oleh semua muslim.

BAGAIMANA MENYINGKIRKAN SIFAT MALAS

         
Bagaimana untuk bisa selalu rajin dan penuh perhitungan? Barangkali jawaban saya cocok untuk sebagian orang, tapi yang jelas, jawaban saya mungkin lebih banyak gunanya dari pada ruginya. Kalau kita pikir-pikir, betapa banyak ragam macam kehidupan manusia di alam ini. Ada yang miskin, ada yang di bawah miskin, ada yang sedang-sedang saja, ada yang kaya, kaya raya dan banyak ranyak ragam keadaan. Bila seseorang itu telah sampai ke peringkat kaya di bidang materi, maka bersyukurlah. Rupanya sang pencipta sudah mengabulkan keinginan anda menjadi seorang yang lapang rezekinya.
Nah,untuk menghilangkan sifat malas,kita harus memiliki keinginan kuat untuk berubah menjadi disiplin dan rajin.Cara lain,kita bisa membuat poster bertuliskan pesan "Malas hanya merugikan diri sendiri" yang di tempel di tempat yang selalu dilihat oleh kita.mial di dinding kamar atau ruang belajar..hahahaha :D Biar lebih ampuh lagi, maka kita harus memperbanyak doa. Karena Do’aadalah senjata orang mukmin, begitulah Nabi menjelaskan J. Kita jugaharus melawan Setan dan Nafsu,malas sebenarnya berasal dari setan. Setan akan terus berusaha mengusik dan membujuk nafsu manusia untuk malas, baik dalam menunaikan ibadah maupun dalam aktivitas yang lain.  Dan yang terakhir adalah Menimba Ilmu (Tiada kata terlambat untuk menuntut ilmu).Timbalah ilmu sebanyak mungkin. Dengan ilmulah seseorang akan menjadi orang yang rajin dan cekatan dalam hidupnya.
Namun teman-teman,segala sesuatu yang sudah terjadi,semua itu bisa kita jadikan sebagai pelajaran. Semua itu bisa kita anggap sebagai tangga yang akan kita jalani untuk menempuh kehidupan ini. Agar kita selalu rajin, agar kita bisa membuang rasa malas kita.
Ingatlah “Malas adalah sifat  tak berguna,karena tidak menghasilkan apa-apa.Kalau kita malas belajar dan membaca,kita tidak akan menjadi pintar..... Takuut :(”




Tidak ada komentar:

Posting Komentar