Sahabat adalah seseorang yang :
- memberikan perhatian pada semua yang kamu lakukan
- memberikan perhatian pada semua yang kamu pikirkan
- akan selalu menghubungimu di saat-saat baik
- akan selalu menghubungimu di saat-saat buruk
- selalu mengerti apapun yang kamu perbuat
- memberitahu sebenarnya tentang diri kamu.
- mengetahui keadaan kamu di setiap waktu
- menolak untuk mendengarkan keburukan tentang kamu
- mendukungmu setiap waktu
- tidak bersaing dengan kamu
- dengan tulus ikut senang untukmu pada saat semuanya berjalan baik
- mencoba menghibur kamu disaat kamu sedang menemui kesulitan
- merupakan bagian dari diri kamu, dimana tanpa dia, kamu jadi tidak lengkap
- memberikan perhatian pada semua yang kamu lakukan
- memberikan perhatian pada semua yang kamu pikirkan
- akan selalu menghubungimu di saat-saat baik
- akan selalu menghubungimu di saat-saat buruk
- selalu mengerti apapun yang kamu perbuat
- memberitahu sebenarnya tentang diri kamu.
- mengetahui keadaan kamu di setiap waktu
- menolak untuk mendengarkan keburukan tentang kamu
- mendukungmu setiap waktu
- tidak bersaing dengan kamu
- dengan tulus ikut senang untukmu pada saat semuanya berjalan baik
- mencoba menghibur kamu disaat kamu sedang menemui kesulitan
- merupakan bagian dari diri kamu, dimana tanpa dia, kamu jadi tidak lengkap
Apakah arti sahabat bagimu? Seberapa pentingkah mereka bagi hidup kita? Dan bagaimanakah cara kita menjaga persahabatan?
Tiga tahun yang lalu,beberapa bulan setelah kelulusan SMA, salah
seorang sahabat pernah mengirimi
saya sebuah pesan singkat,yang berisikan “Jangan
pernah melupakan sahabatmu, karena di suatu saat dia bisa jadi salah namun di
saat lain dia juga pernah berbuat baik” (dialah sahabat yang selalu di
hatiku sampai sekarang).
Saya berpendapat,bahwa persahabatan juga akan melewati ujian. Sayapun
pernah mengalaminya. Dan saya rasa hampir semua orang pernah mengalaminya.
Ketika masalah tersebut lewat, kadang saya merasa sedih mungkin ketika hal itu
terjadi saya pernah sangat menyakiti sahabat saya, baik itu lewat ucapan,
perbuatan, disengaja maupun (merasa) tidak disengaja. Banyak hati yang selembut
sutera,tapi juga banyak hati
yang sekeras baja.Tapi percayalah, dibalik segala kesalahan,
sahabat sejati tak pernah bersungguh-sungguh ingin menyakiti sahabatnya.
Kenapa saya
tiba-tiba memutuskan menulis tentang persahabatan untuk blog saya kali ini? Karena persahabatan juga memiliki cinta,dan baru-baru
ini saya menjumpai kasus 2 orang yang telah bersahabat lama, bertahun-tahun, tiba-tiba
bertengkar karena (sedikit) salah paham yang menurut saya sangat besar potensi
untuk kembali berbaikan. Namun kemudian ternyata salah satu pihak merasa ‘tidak
ingin lagi seperti dulu’ karena di matanya ‘kejadian itu’ sangat terlalu menyakitkan. Sang teman menyakiti
hati secara verbal dan bahasa tubuh. Dan kemudian silaturahmi keduanya memburuk
walau masih bertegur sapa.Awalnya saya bingung, bagaimana bisa persahabatan yang telah terjalin begitu lama sampai ke taraf ‘tak
bisa baikan lagi’ hanya karena peristiwa sesaat?. Namun kemudian saya sadar,
sebagai ’pihak luar’ saya tidak bisa men-judge apapun, karena bagaimanapun saya tidak pernah benar-benar
berada di situasi tersebut.
Peristiwa ini kemudian membuat saya berfikir
lama. Menjaga sesuatu memang jauh lebih susah dibanding ketika memulainya.
Tiba-tiba saya teringat sahabat-sahabat saya. Orang-orang
yang bagi saya sungguh spesial. Saya yakin, dengan segala ketidak sempurnaan
saya, pastilah ada saat-saat dimana saya pernah tersalah, sengaja maupun tidak.
Pasti ada. (Maaf ya sahabat-sahabat ku L ). Sahabat-sahabat
saya,bagi saya rata-rata memiliki jiwa besar, kelembutan hati, penyayang, penuh
empaty, good listener dan merupakan sosok-sosok yang selalu saya cari ketika
ingin bertukar fikiran. Walaupun
untuk topik-topik yang berbeda-beda (tergantung sang Sahabat :p ) .Saya merasa sangaaat bersyukur telah diberi hadiah
sahabat-sahabat yang begitu indah (selain Keluargaku dan
kekasihku,tentu nya,hahah :D). Ya,bagi saya,
sahabat adalah hadiah,Karena, dibalik segala kekurangan saya mereka masih tetap
mau saling bertukar kabar, baik dengan sms-sms, telpon, chatting singkat,
saling menasehati, menyemangati, saling berkirim email-email singkat, bahkan
email-email panjang yang kadang butuh waktu berhari-hari membalasnya. Bagi saya,
sahabat adalah anugerah, mereka tak hanya menasehati saya namun saya
berharap juga memaafkan saya (semoga). Karena alhamdulillah kami sampai saat
ini masih saling bertukar kabar. Bagi saya, sahabat adalah amanah,karena
ternyata butuh penjagaaan yang serius agar tetap indah selamanya.
Kembali
kepada peristiwa di atas, saat berbincang dengan salah satu dari pihak yang
berkonflik tersebut,ternyata banyak sekali hikmah yang dapat saya peroleh. Hal-hal ini sekaligus menjadi
renungan terhadap hal-hal yang mungkin juga pernah saya langgar ketika
berinteraksi dengan sahabat-sahabat saya. Aku mendapat kan kesimpulan
untuk diriku,atau bahkan juga berguna untuk teman-teman yang lain.
·
Ketika
sahabatmu merasa tersakiti, lekaslah introspeksi diri, mungkin bagimu engkau
benar namun baginya hati telah tersakiti. Tidak ada salahnya memulai meminta
maaf;
·
Menjadi
seorang sahabat butuh empati, pemahaman terhadap perasaan orang lain;
·
Menjadi
seorang sahabat harus siap menjadi ’a good listener’
·
Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat
persahabatan mempunyai nilai yang indah.
·
Persahabatan
sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan
itu bahkan tumbuh besar
karenanya.
·
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi
menajamkanbesi, demikianlah sahabat menajamkan
sahabatnya.
·
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,
diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.
diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.
·
Seorang
sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru
karena kasihnya ia memberanikan
diri menegur apa adanya.
·
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan
dengan tujuan sahabatnya mau berubah. (Semoga teman-teman juga setuju
dengan kesimpulan saya :D )
Proses dari teman menjadi sahabat
membutuhkan usaha pemeliharaan dari
kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki
motivasi mencari perhatian,
pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif
memberikan dan mewujudkan apa
yang dibutuhkan oleh sahabatnya. Walaupun yang sering terjadi sekarang adalah,“Dalam
masa kejayaan, teman2 mengenal kita.
Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman2
kita” Sebenar nya,butuh waktu yang lama untuk membangun sebuah persahabatan,
tetapi hanya butuh waktu singkat untuk menghancurkannya.Kerinduan para sahabat adalah menjadi bagian
dari kehidupan sahabatnya,karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan
sikap egoistis. Semua orang pasti
membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua
orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang
yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun
ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya,(Duh,jangan sampe seperti itu deh L) “Sahabat sungguh berharga,dan aku selalu percaya bahwa sahabat sejati tidak pernah benar-benar bermaksud menyakiti hati sahabatnya” J
ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya,(Duh,jangan sampe seperti itu deh L) “Sahabat sungguh berharga,dan aku selalu percaya bahwa sahabat sejati tidak pernah benar-benar bermaksud menyakiti hati sahabatnya” J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar